Sukses Memberikan ASI Bagi Ibu Bekerja

PSGA UIN SYARIF HIDAYATULLAH
DUKUNG IBU BEKERJA BERI ASI EKSKLUSIF
UNTUK MENYIAPKAN GENERASI BANGSA YANG LEBIH BAIK

Ibu bekerja dan masih memiliki bayi? Jangan jadikan bekerja sebagai alasan untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi Anda. Enam bulan pemberian ASI secara eksklusif bukanlah waktu yang panjang dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dengan memberikan ASI secara ekslusif kepada bayi Anda selama enam bulan pertama kehidupan buah hati Anda. Repot, tidak sempat, ASI hanya keluar sedikit sehingga susah untuk dipompa, tidak ada tempat yang nyaman untuk memompa adalah sebagian dari sederet alasan yang sering didengar untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif.

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah salah satu lembaga struktural yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). PSGA memiliki kepedulian yang besar terhadap upaya untuk menyiapkan generasi bangsa yang lebih baik. Untuk itulah PSGA mendukung upaya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sebagai langkah awal untuk mewujudkan generasi bangsa yang lebih baik. Apalagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki dosen dan karyawan perempuan usia produktif dalam jumlah yang cukup besar.
Adalah sebuah keniscayaan bagi PSGA untuk memberikan kontribusi tidak hanya bagi dosen dan karyawan UIN tetapi juga masyarakat sekitar lingkungan UIN dengan mengadakan seminar terkait pemberian ASI eksklusif terutama bagi ibu bekerja. Kita tahu bahwa ASI memiliki manfaat yang sangat besar bagi pertumbuhan bayi. Bahkan para ahli menemukan bahwa manfaat ASI akan sangat meningkat bila bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya (Utami Roesli, 2011). Selain itu, menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012, Angka Angka Kematian Balita (AKB) di Indonesia mencapai 32 setiap 1.000 kelahiran dan 13% kematian balita dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernafasan akut yang merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan berarti anak hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa makanan pendamping ASI. Pemberian ASI eksklusif ini juga meringankan ekonomi keluarga karena tidak harus membeli susu formula dan mengeluarkan biaya perawatan yang mahal apabila bayi sakit akibat pemberian susu formula. Lebih jauh lagi, pemberian ASI juga sesuai dengan ayat Al-Quran surat Lukman ayat 14 yang menyatakan bahwa ibu menyapih bayinya ketika berusia 2 tahun.
Seminar nasional bertajuk “SUKSES MEMBERIKAN ASI BAGI IBU BEKERJA” ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2013 di aula Diorama UIN Jakarta dan bertujuan untuk 1) menyebarluaskan informasi pentingnya pemberian ASI EKsklusif dan Pemberian ASI hingga dua tahun, sebagai kewajiban orang tua dan memenuhi hak anak, dan 2) memberikan kiat-kiat sukses memberikan ASI bagi ibu bekerja. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak bagi terwujudnya generasi masa depan bangsa, Negara dan agama yang sehat dan berkualitas.

Selain seminar ini, PSGA juga akan launching ruang laktasi yang saat ini dimulai dari penyediaan ruang di kantor PSGA. Penyediaan ruang laktasi ini telah diamanatkan dalam PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, di mana ada keharusan di ruang publik untuk menyediakan tempat yang layak bagi ibu untuk menyusui bayi atau memompa ASI. Kenyataannya sampai saat ini para ibu menyusui masih menghadapi berbagai kendala. Di beberapa tempat layanan publik, termasuk di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sebagian dosen dan karyawannya serta mahasiswanya perempuan, belum menyediakan ruang laktasi yang layak. Masih dijumpai fenomena dimana para dosen dan karyawan memompa ASI di toilet, yang notabene adalah tempat berkumpulnya kuman patogen. Hal ini disebabkan hanya karena tak ada ruang. Percuma menggunakan breastpump terbaik jika lokasi memerah ASI tidak higienis. Oleh karena itu, niat yang kuat dari para ibu bekerja untuk tetap dapat memberikan ASI eksklusif wajib didukung dengan menyediakan ruang laktasi.

Seminar ini mengundang beberapa pakar berkompeten yang akan membahas beberapa aspek terkait pemberian ASI eksklusif dan diteruskan sampai usia anak 2 tahun. Mereka adalah 1) dr. Utami Roesli, SpA.,MBA.,IBCLC.,FABM, 2) Prof. Dr. Zaetunah Subhan, MA (Staf Ahli KPP-PA/Guru Besar Tafsir FUF UIN Jakarta), dan 3) Dr. Sururin (Kepala PSGA UIN Jakarta).