Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Berperspektif Gender

Kegiatan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Berperspektif Gender dilaksanakan di Wisma Kopertais pada tanggal 25-26 November 2014. Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah 70 mahasiswa Strata 1 dan Magister dari berbagai fakultas. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dra. Ida Rosyidah, M.Si., Ala’I Najib, M.Si., dan Dr. Sururin.

Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Moh. Matsna HS., MA. Beliau memberikan sambutan mengenai perkembangan pengarusutamaan gender di kampus yang semakin bagus. Untuk pengembangan berikutnya diperlukan banyak penelitian yang berperspektif gender. Misalnya penelitian tentang kinerja dosen perempuan, kampus ramah perempuan dan anak, kepemimpinan perempuan dan seterusnya.

Narasumber pertama yang mempresentasikan adalah Dr. Sururin sebagai pendahuluan beliau memberikan pandangan tentang kondisi yang terjadi di kampus UIN mengenai Pengarusutamaan Gender yang sudah lebih baik. Pada pemaparan materi tentang “Penyusunan Proposal Penelitian Berperspektif Gender” Menurutnya penelitian berperspektif gender dalam dunia akademik menjadi penting untuk dilakukan karena didasari oleh beberapa keadaan seperti adanya realitas ketimpangan gender, teori-teori terdahulu yang maskulin, perempuan kurang dianggap dalam penelitian sebelumnya dan adanya upaya untuk melakukan perubahan. Pengembangan berperspektif gender ini dapat member manfaat mengenai pemahaman yang lebih baik tentang persoalan perempuan yang sesungguhnya, medorong munculnya kebijakan yang relevan bagi perempuan dan laki-laki, dan mengintegrasikan penelitian dengan disiplin ilmu yang berbeda.

Dalam kegiatan ini juga dipresentasikan tentang Baseline Pengarusutamaan Gender di UIN Jakarta oleh Ala’I Najib. Materi ini berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama tiga kali panalitian yaitu pada 1999-2003, 2004-2008 dan 2009-2014. Penelitian yang dilatarbelakangi oleh beberpa hal, yaitu lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 84 tentang PUG di Perguruan Tinggi Memperkuat pelaksanaannya di PT termasuk PTAIN, lembaga pendidikan adalah wadah institusional untuk mengekspresikan potensi dari semua pegawainya (dosen dan karyawan), ketimpangan pada jenjang kenaikan pangkat antara laki-laki dan perempuan, tidak ada kebijakan berorientasi gender mainstreaming, dan perubahan mandat dari PSW ke PSGA apakah menjadi lebih otonom atau malah sebaliknya.

Hasil dari penelitian dengan metode evaluatif-deskriptif yang telah dijalankan, menunjukan: masih terjadi ketimpangan proporsi antara civitas akademika laki-laki dan perempuan; visi dan misi Universitas tidak dibuat dengan perspektif PUD dan pelaksanaanya masih sangat bergantung kepada pimpinan fakultas/lembaga; tidak memandang penting fasilitas/sarana dan prasarana yang pro gender; pimpinan lebih merepresentasikan pada golongan bukan karena representasi gender; pimpinan cenderung patriarkhi; dalam hal penelitian kondisinya sudah baik karena semakin tahun semakin banyak penelitian yang berperspektif gender.

Narasumber terakhir yang menyajikan materi adalah Dra. Ida Rosyidah, M.Si. menyajikan materi tentang langkah-langkah dalam penelitian yang tidak berbeda dengan penelitian lain namun dalam penelitian berperspektif gender perlu perhatian khusus, seperti halnya dengan model-model penelitian terkait perempuan. Model penelitian gender yang dijelaskan oleh ida ada tiga yaitu penelitian tentang perempuan, penelitian dengan perspektif perempuan dan penelitian dengan perspektif gender. Karakteristik dari model penelitian terkait perempuan pun memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian berperspektif gender memiliki karakteristik diantaranya adanya keterbukaan, peka kepada faktor-faktor yang melestarikan dominasi perempuan, berorientasi pada perempuan, membuat persoalan perempuan menjadi visible, dan lain-lain. Teori yang digunakan pun harus disesuaikan seperti harus relevan dengan rumusan pertanyaan yang ingin digali; Teory yang digunakan bisanya teori –teori yang dekat dengan paradigma constructivism dan advocacy; atau teori apapun untuk memperkuat analisis gendernya dapat ditambahkan dengan perspektif feminis atau perspektif perempuan; Dapat juga ditambahkan dengan metode analisis gender.

Workshop pada hari kedua membahas tentang pembagian kelompok untuk menentukan penelitian yang akan dilakukan untuk tahun 2015. Penentuan berdasarkan peminatan dan bidang keahlian keilmuan masing-masing peserta yang diaplikasikan ke dalam beberapa kategori yaitu Kabijakan, Lingkungan, Perempuan/Ibu, Anak, Kurikulum, Kesehatan, dan Kemahasiswaan.

Demikian gambaran singkat tentang kegiatan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Berperspektif Gender yang berlangsung sukses. Semoga kegiatan tersebut bermanfaat bagi kita semua. Amin.