Workshop Penguatan Akademik “Metode Penelitian Berperspektif Gender”

Pada hari Jumat, 29 Agusutus 2014 di Gedung Pusat TIK Nasional diadakan kegiatan Workshop Penguatan Akademik “Metode Penelitian Berperspektif Gender”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diikuti oleh civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa. Workshop yang menyajikan meteri-materi mengenai teknik-teknik dan metodologi dalam penelitian yang berperspektif gender sangat menarik peserta, hal itu terlihat dari antusias peserta yang memenuhi seluruh kursi yang tersedia. Narasumber dalam workshop ini adalah Prof. Dr. Moh. Matsna HS., MA, Dra. Ida Rosyidah, MA, dan Iklilah Muzayanah DF., M.Si.

Prof. Matsna yang juga merupakan Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah sebelum memberikan materi tentang “Penelitian Berperspektif Gender” terlebih dahulu beliau membuka acara workshop. Dalam penyampaian materi, Prof. Matsna banyak menyoroti mengenai masalah-masalah kebijakan pemerintah mengenai gender (perempuan) diantaranya kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan gender di bidang ekonomi, politik dan pengambil keputusan serta masalah angka kematian Ibu yang terus meningkat. Penelitian berperspektif gender dapat dijadikan sebagai langkah awal solusi dari permasalahan karena dengan meneliti masalah-masalah terkait perempuan dengan pendekatan yang fokus pada gender maka akan mudah mengetahui akar-akar permasalahan tersebut.

Workshop ini dibagi dalam dua sesi diskusi. Setelah sesi pertama diisi oleh Prof. Matsna, sesi kedua diisi oleh dua narasumber. Narasumber sesi kedua yang menyampaikan materi pertama adalah Ibu Iklilah yaitu mengenai “Pengantar Analisis Gender dalam Penelitian Berperspektif Perempuan dan Gender”. Menurutnya penelitian yang dilakukan saat ini masih bersifat umum seperti androsentris, overgeneralisasi, berstandar ganda, dikotomisasi jenis kelamin, dan tidak sensitif gender. Untuk itu penelitian berperspektif gender diperlukan dengan cara memposisikan dan memaksimalkan sensitifitas/kepekaan, kesadaran, dan responsif gender dalam keseluruhan proses penelitian. Jadi perspektif harus dilakukan dengan menggunakan analisa gender sejak awal disain riset dilakukan.

Langkah-langkah analisa gender yang dilakukan selama proses penelitian berlangsung yaitu dari gejala, pertanyaan riset dan desain riset, metode, pengambilan data, pengolahan data dan analisa, dan laporan. Hal penting yang perlu dipahami tentang metodologi penelitian berperspektif gender adalah menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai subjek utama penelitian, sumber data yang sama-sama penting, dan sebagai individu yang memiliki univikasi individual. Memberikan ruang dan mendorong diperolehnya data bagi laki-laki dan perempuan untuk berbicara atas nama dirinya sendiri, pengalamannya sendiri, dan atau tentang pemikirannya sendiri. Diterangkan oleh Ibu Iklilah juga mengenai macam-macam teknik analisa gender yaitu teknik analisa gender harvard, moser, longwe, kabeer dan teknik lainya.

Selanjutnya, narasumber pada sesi kedua, Ibu Ida Rosyidah memaparkan tentang “Penelitian Berbasis Gender”. Penyampaian materi yang diawali dari sejarah munculnya yang didasari atas penelitian-penelitian yang menggunakan teori-teori sosial yang cenderung positvistik, maskulin dan mengabaikan kelompok marginal. Perdedaan penelitian berbasis gender dangan penelitian sosial lain dapat dilihat dari pemilihan problem, tujuan utama, sampel yang digunakan, dan analisis pendekatanya. Karakteristiknya yaitu fokus pada gender dari pada tentang “perempuan”, analisisnya dinamisme dalam struktur yang menindas, gender sebagai konstruksi sosial, dan memiliki sensivitas gender pada berbagai tingkatan.

Pemaparan materi yang diberikan oleh narasumber sangat menarik dan memancing pertanyaan dari peserta workshop. Diantaranya yaitu pertanyaan mengenai metode penelitian feminis dan metode penelitian berbasis gender. Jawaban dari narasumber dijelaskan bahwa keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaanya adalah banyak penelitian feminis yang menggunakan prinsip-prinsip penelitian berbasis gender. Sedangkan perbedaanya adalah penelitian feminis terlalu menekankan pada menggali pengalaman, aspirasi dan kebutuhan perempuan semata sehingga seringkali mengabaikan analisis terhadap relasi antara laki-laki dan perempuan. Pertanyaan selanjutnya mengenai manfaat dari penggunaan metode peneilitian berperspektif gender. Menurut narasumber, manfaat yang dapat diambil adalah memiliki pemahaman lebih tentang persoalan gender yang sesungguhnya, dapat meningkatkan kapasitas kelompok marginal (pemberdayaan), medorong munculnya kebijakan yang relevan, dan mengintegrasikan penelitian dengan keilmuan yang berbeda.

Demikianlah gambaran umum dari pelaksanaan Workshop Penguatan Akademik “Metodologi Peneliatian Berperspektif Gender” yang telah dilaksanakan dengan sukses. Semoga memberikan manfaat akademis. Sekian dan terimakasih.