Workshop Pengarusutamaan Gender dan Anak

Kegiatan workshop Pengarusutamaan Gender dan Anak di Lingkungan Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama RI diselenggarakan pada hari Rabu – Kamis, 1 – 3 Oktober 2014. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel T, Jl. Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari dalam dan luar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peserta di luar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan perwakilan dari Pusat Studi Gender dan atau Anak di lingkungan PTAI di bawah Kementerian Agama RI.
Kegiatan ini dibuka oleh Purek II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amsal Bahtiar. Dalam sambutannya beliau memberikan respon yang baik atas inisiatif PSGA mengundang perwakilan-perwakilan dari PSG/A dari PTAI di seluruh Indonesia. Beliau menggarisbawahi pentingnya membangun network guna memajukan PSG/A yang pada akhirnya akan juga akan berkontribusi terhadap kemajuan universitas.
Workshop ini berhasil menghadirkan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Direktur Diktis Kemenag RI sebagai salah satu narasumber. Pada kesempatan ini Prof. Dede menegaskan pada Kemenag RI mendukung sepenuhnya keberadaan PSG/A di lingkungan PTAI. Hanya saya beliau memberikan catatan perlunya melihat kembali mandat PSG/A. Mengacu kepada namanya sebagai sebuah pusat studi, beliau menyarankan agar PSG/A mengedepankan berbagai studi atau penelitian. Beliau juga menyarankan agar PSG/A menyusun buku referensi terkait gender untuk perguruan tinggi di bawah Kemenag. Selain itu Prof. Dede juga menantang peserta untuk menyusun rekomendasi terkait strategi implementasi child and gender mainstreaming di PTAI. Saran dan tantangan ini disambut sangat baik oleh semua peserta sehingga pada malam hari ke 1 workshop, peserta sepakat untuk menyusun rekomendasi tersebut, yang kemudian akan dikirim oleh PSGA UIN Jakarta Direktorat Perguruan Tinggi Kemenag.
Narasumber lain pada workshop ini antara lain adalah, Dra. Maria Ulfah Anshor, M.Si, komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Ibu Maria banyak membahas berbagai kasus terkait dengan kekerasan terhadap anak dan peraturan-peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Diskusi yang terjadi pada sesi ini berjalan dengan baik. Peserta juga berbagi beberapa kasus serta strategi penanganan kasus yang terjadi.
Selain diisi dengan diskusi dengan narasumber, workshop ini juga diisi dengan berbagai diskusi kelompok. Salah satu diskusi kelompok yang dilakukan adalah pembentukan asosiasi PSG/A di lingkungan PTAI yang sebelumnya sudah pernah didiskusikan di Bali, pertemuan jaringan yang seminggu sebelum workshop, oleh Kemenag RI. Peserta menyepakati Dr. Sururin, kepala PSGA UIN Jakarta sebagai ketua asosiasi ini.