SEMINAR DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Acara Seminar dan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Yayasan Kanker Indonesia dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Mei 2014 di ruang Diorama Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peserta yang memenuhi seminar berasal dari civitas akademik UIN Jakarta dan masyarakat sekitar UIN. Narasumber dalam seminar ini adalah dr. Teti Ernawati Sp.OG.

Acara ini dibuka oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komarudin Hidayat. Dalam sambutanya, bapak Rektor menghimbau tentang pentingnya menjaga diri agar terhindar dari kanker serviks dengan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kanker serviks. Selain itu, penting juga untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan (deteksi) dini kanker serviks (pap smear) sebagai bagian dari pencegahan

Acara utama tentang Kanker Serviks pada awal pemaparan materi, dr. Tety memulai dengan pemahaman tentang kanker sirviks bahwa kanker serviks itu menyerang area bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks sering ditemukan bisa dideteksi apabila masih dalam stadium awal dan bisa disembuhkan. Kanker serviks merupakan kanker penyebab utama kematian untuk kalangan perempuan di negara berkembang. 80% kematian terjadi di negara berkembang dari 700 kasus kematian setiap harinya di seluruh dunia yang disebabkan oleh kanker serviks.

Fakrtor penyebab kanker serviks adalah dari virus umum yaitu Human Papilomavirus. Virus ini menginfeksi bagian kemaluan yang akhirnya menjadi kanker serviks dan kutil kelamin. Faktor resiko kanker serviks adalah multi partner, infeksi virus HPV, merokok, dan berhubungan seksual sejak usia muda. Gejala kanker srviks ditandai dengan keputihan berbau busuk, perdarahan kontak, gejala akibat komplikasi.

Saat ini belum ditemukan pengobatan untuk infeksi HPV meskipun kutil kelamin dan pertumbuhan sel abnormal yang diakibatkan virus HPV dapat ditangani secara efektif. Oleh karena itu dengan melakukan pencegahan menjadi cara lebih baik untuk terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus HPV. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini kanker serviks (pap smear), konsultasi berkala dengan dokter dan vaksinasi. Pencegahan terhadap kanker serviks sangat penting karena kebanyakan infeksi HPV tidak menunjukan tanda dan gejala; kebanyakan orang yang terinfeksi tidak mengetahui kalau mereka terkena HPV dan tidak mengetahui kalau mereka menularkanya; diestimasikan sekitar 50% orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV selama hidupnya.

Selain seminar dalam acara ini juga dilakukan pemeriksaan (deteksi) dini kanker serviks (pap smear) dan konsultasi gratis yang diikuti oleh 77 orang dosen, karyawan dan warga sekitar. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis yang berjumlah 20 berasal dari Yayasan Kanker Indonesia (2 dokter) dan (18 dokter) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker serviks sudah mulai tinggi hal itu terlihat dari antusias dan rela mengantri menunggu giliran untuk pemeriksaan. Pap smear penting dilakukan untuk mengetahui/mendeteksi adanya virus HPV yang berkembang menjadi kanker dan melindungi dari berkembangnya kanker serviks. Di sela-sela menunggu pemeriksaan, peserta juga melakukan konsultasi yang diberikan oleh tenaga medis seputar masalah kanker serviks.

Demikian deskripsi tentang kegiatan Seminar dan Pemeriksaan (Deteksi) Dini Kanker Serviks. Semoga memberikan pengetahuan tentang pentingnya pencegahan dari kanker serviks sehingga kita dapat terhindar dari penyakit kanker serviks. Sekian dan Terimakasih.