Seminar Nasional Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula

Kegiatan seminar yang dilaksanakan pada kamis, 3 april 2014, diawali dengan registrasi seluruh peserta dari pukul 08.00-09.00 WIB. Setelah seluruh peserta melakukan registrasi dan memasuki ruangan, seminar pun dibuka oleh MC disertai pembacaan ayat suci Alquran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin yang memenuhi ruang Diorama Prof. Dr. Harun Nasution.

Ketua PSGA UIN Jakarta, Dr. Sururin pada sambutanya meyerukan betapa pentingnya pendidikan politik bagi pemilih pemula agar memperoleh gambaran suasana politik baik menjelang atau nanti pada saat pemilu berlangsung. Pada kesempatan itu pula, beliau meresmikan pembukaan program kajian gender yang diberi nama “Kelas Gender” Angkatan ke-I yang diikuti sebanyak 35 mahasiswa. Selain Kepala PSGA, juga Dr. Fuad Jabali, selaku Ketua LP2M UIN Jakarta, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara seminar nasional. Pada kesempatan tersebut Dr. Fuad juga menghimbau secara khusus kepada peserta seminar khususnya para mahasiswa agar turut serta mensukseskan pemilu 2014.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber. Pertama, yaitu dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik, Yuda Irlang; Kedua, Dr. Ali Munhanif, Ketua Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta; Ketiga, Nasrullah, Ketua Bawaslu.

Pada Sesi Diskusi, Moderator memberikan kesempatan pertama kepada Yuda Irlang. Pada kesempatan itu, Yuda Irlang memberikan materi tentang “Menjadi Pemilih Perempuan yang Cerdas dan Bijak”. Aktivis perempuan ini, sangat semangat dalam menyampaikan materi. Beliau menyerukan pentingnya partisipasi perempuan dalam pemilu khususnya keterwakilan 30% perempuan dalam parlemen. Pada penutupan materi, Yuda Irlang mengajak untuk memilih Caleg perempuan pada Pemilu Lagislatif 9 April 2014.

Kesempatan kedua diberikan kepada, Dr. Ali Munhanif. Memilih adalah hak konstitusi dan kewajiban setiap warga negara dalam memilih dan menentukan Kepala Negara dan Wakil Rakyat. Menurut beliau, sistem pemilu di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan. Perubahan-perubahan tersebut telah menjadikan sistem pemilu 2014 ini menjadi lebih baik.

Perwakilan dari Bawaslu, Nasrullah menjadi pemateri terakhir. Materi yang diberikan berupa penjelasan mengenai “Peran Bawaslu”. Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu memiliki kewajiban mengawasi pelaksanaan pemilu dengan kegiatan berupa mengamati, mengkaji, memeriksa, dan menilai. Bawaslu menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk turut serta dalam mengawasi jalanya pemilu 2014.

Diskusi semakin menarik setelah beberapa peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penyelenggara pemilu dan prosedur yang cukup rumit bagi mahasiswa yang berdomisili di tanah rantau. Diskusi selesai pada pukul 12.45 WIB diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kesedianya

Demikianlah gambaran dari pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA “SUKSESKAN PEMILU 2014!”. Semoga bermanfaat bagi kehidupan. Amin.