FGD Refleksi Akhir Tahun 2014 “Pengarusutamaan Gender dan Anak di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”

Fokus Group Discussion (FGD) Refleksi Akhir Tahun pada anggaran 2014 ini mengambil tema “Pengarusutamaan Gender dan Anak di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 5 Desember 2014 di Ruang Sidang Utama lantai 2 Gedung Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan yang diikuti Dosen dan mahasiswa ini dibuka oleh Dra. Hj. Reti Indarsih, Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawain. Pada kesempatan itu, Ibu Reti memberikan sambutan tentang kesempatan bagi yang seharusnya setara antara laki-laki dan perempuan. Apalagi sampai tahun 2014 ini, perempuan yang menjadi Kepala Biro di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hanya 1 orang, yaitu beliau sendiri. Beliau menjelaskan bahwa UIN Jakarta terutama Pusat Studi Gender dan Anak memiliki PR besar untuk membangun kesetaraan di lingkungan UIN sendiri.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah tiga orang professor perempuan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mereka adalah Prof. Dr. Huzaemah Y.T., MA yang membawakan tema “Anak sebagai warga Negara dalam perspektif Islam”, Prof. Dr. Zaetunah Subhan MA yang menyampaikan materi terkait “Upaya Menciptakan Kampus Ramah Anak di UIN Jakarta”, dan Prof. Amany Lubis yang menjelaskan Upaya Pengembangan Pengarusutamaan Gender di UIN Jakarta.

Prof. Huzaemah menjelaskan bahwa Islam sangat menghargai dan menghormati anak, yang salah satunya dibuktikan dengan amanat untuk memberikan penyusunan kepada anak sampai 2 tahun. Selain itu, orang tua juga diharuskan memberian kasih sayang dan pendidikan kepada anak sehingga mereka siap menjadi generasi penerus bangsa. Bahkan ada ayat Al Quran yang menyatakan bahwa kita sebaai umat Islam tidak boleh meninggalkan anak turun kita dalam keadaan miskin dan kafir. Hal ini mengindikasikan betapa besarnya Islam peduli dengan keberadaan anak.

Sesi selanjutnya diisi oleh Prof. Amany yang banyak menjelaskan upaya-upaya beliau sebagai seorang perempuan menjadi seorang professor. Beliau menjelaskan bahwa disiplin dan kerja keras menjadi salah satu kunci penting yang harus selalu dipegang. Prof. Amany mencontohkan bahwa beliau seringkali harus tidak tidur ketika ada pekerjaan yang harus beliau selesaikan. Kebiasaan ini bahkan beliau lakukan sejak beliau masih kuliah di Mesir. Beliau juga menyarankan untuk tidak malu bertanya ketika ada sesuatu yang belum dipahami karena dari situlah proses belajar terjadi. Beliau menyimpulkan bahwa perempuan punya tantangan yang besar untuk mencapai karirnya tetapi bukan berarti tidak bisa. Dengan diskusi dan keterbukaan dengan keluarga, tantangan-tantangan yang selama ini menghambat kemajuan keluarga seperti tanggungjawab perempuan, bisa didiskusikan dan diselesaikan dengan suami dan atau anak.

Narasumber terakhir adalah Prof. Dr. Zaetunah Subhan. Meskipun cukup singkat, banyak hal yang beliau sampaikan pada kesempatan FGD ini. Beliau menjelaskan bahwa beliau menjadi staf ahli di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak ketika Ibu Khofifah Indarparawansa menjadi menteri. Beliau banyak memahami perundang-undangan baik terkait dengan isu gender maupun anak. Beliau memiliki banyak informasi terkait dengan perundang-undangan sehingga jika PSGA berkeinginann untuk menelaah peraturan-peraturan terkait dengan upaya untuk membangun gender and child mainstreaming, beliau akan dengan senang hati membantu.

Demikian gambaran umum FDG Refleksi Akhir Tahun yang sekaligus menjadi kegiatan terakhir PSGA untuk tahun anggaran 2014. Peserta terlihat aktif dan melihat bahwa upaya yang dilakukan oleh para professor perempuan di UIN Jakarta bisa menjadi sebuah inspirasi.