FGD Penyusunan Program dan Kurikulum Daycare UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Perogram dan Kurikulum Daycare UIN Jakarta dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2014. Bertempat di Ruang Sidang Utama lt.2 Gedung Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Narasumber pada acara ini adalah Maulida Kurniasari, S.Hum (Pengelola Daycare Makara UI) dan Alzena Masykouri, M.Psi (Praktisi Pendidikan Anak). FGD ini diikuti oleh 35 peserta dari perwakilan Dosen tiap fakultas, pegawai rektorat dan sebagian mahasiswa.

FGD dibuka mundur 30 menit dari jadwal semula karena peserta belum hadir. Setelah peserta berdatangan dan melakukan registrasi, diskusipun dimulai. FGD ini dibuka oleh ketua PSGA, Dr. Sururin. Pada kesempatan itu beliau memaparkan tentang tujuan dari diadakanya FGD Penyusunan Program dan Kurikulum Daycare UIN Jakarta adalah untuk mendapatkan masukan terkait pengelolaan, pengembangan progam dan kurikulum Daycare UIN Jakarta. FGD ini sangat penting mengingat Daycare UIN Jakarta yang baru akan diresmikan sekitar akhir bulan September, masih perlu banyak masukan dari berbagai pihak terutama menyangkut kebijakan pembuatan progam dan kurikulum daycare. Selain itu dengan adanya FGD ini juga ditujukan tidak hanya sebagai tempat penitipan anak semata, akan tetapi sebagai tempat pengembangan multi intelligences yang ramah anak.

Narasumber pertama, Ibu Maulida Kurniasari menyampaikan materinya tentang sistem yang dijalankan di Daycare/Taman Pengembangan Anak (TPA) merupakan sistem berlandaskan peraturan yang telah dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI). Sistem tersebut meliputi Standar, Kurikulum dan Program. Standar terdiri dari standar isi, proses, dan penilaian, juga standar sarana dan prasarana. Adapun kurikulum mencakup aspek nilai/moral, fisik, motorik kasar dan halus, kognitif, dan sosial emosi. Kurikulum tersebut dirinci ke dalam program-program seperti program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian. Program juga penting diterapkan kepada anak, orangtua, dan untuk staf.

Bersamaan itu pula, Ibu Maulida berbagi pengalaman kegiatan di Taman Pengembangan Anak Makara (TPAM) UI. TPAM ditujukan menjadi model tempat penitipan anak yang sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan dan psikologi untuk anak usia dini 1-4 tahun. Selain itu, TPAM juga berperan sebagai laboratorium pendidikan dan perkembangan anak. Program-program yang dijalankan di TPAM; program tahunan yaitu tujuan kegiatan, pencapaian disesuaikan dengan usia anak yg ada dalam laporan evaluasi perkembangan anak; program semesteran yaitu dibuat tematik per caturwulan, membuat subtema tiap bulan; program bulanan yaitu membuat kegiatan berdasarkan subtema; program harian yaitu kegiatan, durasi, tujuan, media, evaluasi anak.

Setelah narasumber pertama memaparkan materi kurang lebih sekitar 45 menit, kini giliran moderator memberikan kesempatan kepada Narasumber Kedua, Alzena Masykouri. Materi yang dipaparkan adalah mengenai hal utama dari kegiatan yang diterapkan pada anak-anak di daycare yaitu kegiatan yang membangun rasa ceria, cerdas dan islami. Untuk menerapkan kegiatan tersebut diperlukan metode yang tepat yaitu dengan menggunakan pendekatan berdasarkan Usia dan Tahap Perkembangan Anak (Developmentally Appropriate Practices). Dengan pendekatan itu kegiatan akan dapat dilakukan oleh anak-anak dengan baik dan tepat. Ibu Alzena memberikan contoh kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak seperti yang diterapkan di TPA Bestari. Adapun kegiatanya adalah berbahasa Indonesia dengan baik dan bersikap islami dalam keseharian, konsep diri positif, paham aturan dan rutinitas, peduli, pembelajar mandiri, dan senang mengeksplorasi. Sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan kegiatan-kegiatan tersebut adalah untuk menanamkan karakter pada anak sedini mungkin.

Diskusi semakin menarik setelah moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Peserta pun banyak yang mengajukan pertanyaan diantaranya yaitu mengenai tahapan-tahapan dalam mengasuh anak, bagaimana membuat kegiatan di rumah agar seperti di tempat daycare dan manfaat besar yang didapatkan oleh anak dan orangtua jika anak dititipkan di Daycare.

FGD ini ditutup dengan sebuah hasil rekomendasi untuk diajukan kepada pimpinan yaitu mengajukan pembuatan tim penyusun kurikulum dan program untuk Daycare UIN Jakarta.

Demikian gambaran umum dari kegiatan FGD Penyusunan Kurikulum dan Program Daycare UIN Jakarta yang berjalan lancar dan sukses terlepas dari beberapa kekurangan. Semoga dengan adanya FGD ini, Daycare UIN Jakarta memiliki kurikulum dan program yang terarah serta menjadi laboratorium pendidikan dan perkembangan anak yang unggul dan terpercaya. Amin.